Ikan sepat (Trichogaster trichopterus Pall) termasuk family Anabantidae dengan nama mum "three spot goramy" karena tubuhnya terdapat dua bintik hitam dan satu mata yang menadi 3 bintik hitam. Ikan yang bertubuh pipih jorong, dengan moncong runcing dan mulut kecil. Sisik kecil-kecil, bersusun miring, dalam aneka ukuran. Gurat sisi sempurna, bentuk tabung yang kadang-kadang agak lengkung. Sirip punggung (dorsal) terletak jauh ke belakang, tetapi berakhir agak jauh di depan sirip ekor. Sirip perut (ventral) berubah bentuk; sepasang jari-jari lunak yang pertama berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk panjang sepanjang badan, ditambah dengan sepasang duri pendek dan beberapa pasang jumbai pendek yang tak seberapa terlihat. Sirip dubur (anal) memanjang mulai dari di bawah dada hingga pangkal ekor. Sirip dada (pectoral) kurang lebih meruncing, sementara sirip ekor sedikit membagi.
Ikan sepat memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama sebagai sumber protein di daerah pedesaan. Selain dijual dalam keadaan segar di pasar, ikan sepat kerap diawetkan dalam bentuk ikan asin, bekasam dan lain-lain, sehingga dapat dikirimkan ke tempat-tempat lain. Ikan ini memiliki daging yang lezat dan tekstur yang kenyal, sehingga banyak diminati oleh konsumen. Selain itu, ikan sepat juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat dipelihara dalam skala besar. Hal ini membuat budidaya ikan sepat menjadi salah satu usaha perikanan yang menguntungkan bagi para petani ikan. Beberapa daerah yang banyak menghasilkan ikan sepat olahan di antaranya adalah Jambi, terutama dari Kumpeh dan Kumpeh Ulu; Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Selain itu Ikan Sepat juga mendiami perairan tawar Malaysia, Birma, Indonesia, dan perairan bersuhu 20-28 °C. lkan sepat rawa bersifat musiman dan kehidupannya masi liar di alam. Karena sifatnya musiman sehingga ada tidaknya ikan sepat rawa di pasaran tergantung kepada musim (Murjani, A. (2011). Ikan sepat rawa yang terdapat di daerah Jada Bahrin Pulau juga memiliki musiman. Belum ada yang membudidaya ikan sepat rawa di daerah tersebut. Kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sepat juga menjadikan tidak adanya budidaya ikan tersebut, Ikan ini hidup di rawa-rawa, danau, aliran-aliran air yang tenang, dan umumnya lahan basah di dataran rendah termasuk sawah-sawah serta saluran irigasi.
Potensi budidaya ikan sepat juga terkait dengan kebutuhan pasar yang tinggi. Permintaan akan ikan sepat terus meningkat baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Ikan sepat dapat dibudidayakan dalam berbagai sistem budidaya, seperti kolam terpal, kolam beton, atau keramba jaring apung. Budidaya ikan sepat juga relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan perawatan khusus.
Selain itu, ikan sepat juga memiliki potensi dalam aspek konservasi. Beberapa varietas ikan sepat memiliki nilai estetika yang tinggi dan sering digunakan sebagai hiasan dalam akuarium. Melalui pemeliharaan dan budidaya varietas ikan sepat ini, dapat membantu dalam pelestarian spesies ini di alam liar.
Penulis : Subriyono,Wilsen chanigo,Jessica,Nadya melinda,Joshanda hanaya putri
